Salam dari Kami Berdua

Terima Kasih sudah menjadi teman kami yang terbaik.
Salam dari Kami Berdua

Terima Kasih sudah menjadi teman kami yang terbaik.
Ditulis dalam 1
Mejanya:

Tampak Samping

Tampak Atas:

Tampak Depan:

Ditulis dalam pingin dibaca orang
(dicopy dari sebuah sumber yang layak dibaca)
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan
dengan seksama sambil menggumam “hmmm…makanan apa lagi yang dibawa
mereka dari pasar??”
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang.
Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak ” Ada Perangkap Tikus
di rumah….di rumah sekarang ada perangkap tikus….”
Ia mendatangi ayam dan berteriak ” ada perangkap tikus”
Sang Ayam berkata ” Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak
berpengaruh terhadap diriku”
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata ” Aku turut ber simpati…tapi tidak ada yang
bisa aku lakukan”
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. ” Maafkan aku. Tapi
perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata “
Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia
akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap
tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat
perangkap tikusnya, ternyata yang terperangkap adalah seekor ular berbisa.
Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang
istri pemilik rumah.
Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri
terkena gigitan ular tersebut.
Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya
sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.
Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau,
sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)
Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman
menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya
untuk mengambil hatinya.
Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani
harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang
melayat.
Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa
hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak
digunakan lagi.
Ditulis dalam pingin dibaca orang

Ditulis dalam 1
thanks banget…. karena
besok pasti kuingat yang lagi… tapi ada satu hal yang pasti sudah kumiliki pada kehidupan lalu… sekarang… dan akan datang… aku yakin dia milikku! walaupun dia suka warna merah…. thanks. i miss u.
Ditulis dalam lagi kepikiran nih
ph***** *****da (7/23/2007 5:02:39 PM): baik.kgnn.
Ditulis dalam lagi kepikiran nih
Ditulis dalam lagi kepikiran nih
Ditulis dalam lagi kepikiran nih
Ditulis dalam lagi kepikiran nih
Surga di telapak kaki ibu? aku dah gak punya ibu.
tapi….
kalau surga… di Pulogebang… aku kesana tiap hari naik angkot
kalau surga… di Kampung Melayu… aku kesana tiap hari naik metromini
kalau surga… di Blok M… aku kesana tiap sabtu sore naik Bus P4
kalau surga… di Glodok… aku kesana tiap minggu pagi naik Kereta aja…..
kalau surga… buka cabang di Kelapa Gading… naik motorpun aku bisa kesana tiap saat
kalau surga… buka promo dan diskon murah… aku kasbon kantor dulu buat beli
kalau surga… bikin rumah susun di Buaran… aku gak usah kost di belakang stasiun
kalau surga… ada no telpnya… aku mau habisin pulsa buat nelponin terus.
tapi surga…. tapi surga cuma ada satu…. dan gak bisa dikunjungi atau diboking.
tapi surga…. cuma punya satu orang… dan dikelola oleh satu orang saja.
tapi surga…. bukan tempat buat kamu yang cuma bisa mengeluh.
tapi surga…. gak bisa dituju dengan banyak cara instan.
tapi surga…. hanya buat kamu. ya kamu yang masih ingat akan surga.
surga tuh gak gratis… tapi gak bayar.
surga tuh nyaman… tapi gak gampang
surga tuh dekat… tapi sulit dicapai
surga tuh sejuk… tapi harus berkeringat untuk kesana.
Ditulis dalam pingin dibaca orang